Profil KUA

PROFIL KUA KECAMATAN PAJANGAN

PROVINSI D.I. YOGYAKARTA TAHUN 2011

 

  1. I.                   PROFIL SINGKAT

Nama KUA                            : KUA Kecamatan Pajangan

Alamat                             : Kunden, sendangsari, Pajangan, Bantul

Nomor Telepon / Fak      : (0274) 6461696

Website                             : kuakecpajangan.wordpress.com

Tahun Berdiri                     : kuakecpajangan@gmail.com

Status Tanah                      : Hak Milik

Status Bangunan                  : Milik Kementerian Agama Kab. Bantul

Dibangun pertama pada tahun : 1976

Direhap terakhir pada tahun : 2012

Jumlah personil/pegawai : 7 orang Pegawai, 1 orang Penyuluh

Prestasi yang pernah diraih       :

–         Juara umum MTQ tingkat Kabupaten Bantul tahun 2007

–         Rangking I supervisi URAIS triwulan III tahun 2009

–         Rangking 5 besar supervisi URAIS selama tahun 2010

II. ROFIL LENGKAP

  1. Gambaran Umum

Kecamatan Pajangan merupakan salah satu dari 17 wilayah kecamatan di lingkup Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sedangkan wilayah Kantor Urusan Agama tingkat kecamatan menurut KMA 477 Tahun 2004 Tentang Pencatatan Nikah pada Pasal 1 dan 2 disebutkan bahwa Kantor Urusan Agama yang selanjutnya di sebut KUA Kecamatan adalah Instansi Kementerian Agama yang mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Kantor Kementerian  Agama Kabupaten/Kota di Bidang Urusan Agama Islam dalam wilayah kecamatan. KUA Kecamatan sekaligus sebagai unit teknis di Bidang Fungsi KUA yaitu sebagai unit pelayanan publik Urusan Agama Islam di tingkat kecamatan dan bertanggung jawab kepada Kepala Kantor Kementerian  Agama Kabupaten/Kota yang dikoordinasi oleh Kepala Seksi Urusan Agama Islam.

Dengan kata Lain, KUA secara struktural adalah unit kerja Kementerian  Agama namun keberadaannya adalah milik masyarakat, sehingga Kantor Urusan Agama merupakan garda terdepan Kementerian Agama dalam pelayanan kepada masyarakat.

  1. Keadaan Geografi

Secara Geografis sebelah barat Kecamatan Pajangan berbatasan langsung dengan wilayah Kulonprogo. Sebelah timur berbatasan dengan kecamatan Bantul sebagai pusat kota kabupaten. Sebelah selatan berbatasan dengan wilayah kecamatan Pandak, sedangkan sebelah utara berbatasan dengan wilayah Kecamatan Sedayu dan wilayah Kecamatan Kasihan.

Kecamatan Pajangan mempunyai ketinggian dari permukaan laut mencapai 60 m dengan suhu maksimum 32° C dan minimum 26° C. Sedangkan luas wilayahnya adalah 50.546 Ha dengan kondisi wilayah datar sampai berombak 15 %,  berombak sampai berbukit 20 % dan berbukit sampai bergunung 65 %.

Secara obyektif  KUA Kecamatan Pajangan  berada di dusun  Kunden,  Desa  Sendangsari, Kecamatan Pajangan 55751 Telp. (0274) 6461696.

Ada 3 desa di wilayah Kecamatan Pajangan, yaitu:

  1. Desa Triwidadi

Desa Triwidadi merupakan wilayah kelurahan paling barat Kecamatan Pajangan. Kelurahan ini mempunyai wilayah berbukit-bukit dengan dengan kepadatan rumah yang masih jarang. Desa yang dipimpin oleh Bapak Slamet Riyanto ini terdiri dari sebanyak dusun 22 dan 111 RT .

2. Desa Sendangsari

Desa Sendangsari merupakan wilayah sebagai gudang seniman yang menjadikanya memiliki keunikan tersendiri. Kalau kita mengenal Dusun Krebet yang menjadi sentra kerajinan batik kayu, merupakan salah satu pedukuhan di Desa Sendangsari. Desa yang dipimpin Bapak Sapta Sarosa S.Psi ini terdiri sebanyak 18 dusun dan 90 RT

3. Desa Guwosari

Desa Guwosari merupakan wilayah paling timur di Kecamatan Pajangan. Karena berbatasan langsung dengan Kabupaten Bantul sebagai pusat kota, desa Guwosari termasuk Desa yang telah berbudaya kota. Hal ini terlihat banyaknya komplek perumahan yang berada di wilayah ini. Desa yang dipimpin oleh Bapak Abdul Basyir, S.Ag ini terdiri sebanyak dusun 15 dan 78 RT.

Sedangkan berdasarkan jumlah penduduk wilayah Kecamatan Pajangan mempunyai jumlah penduduk 30.909 orang Kepala Keluarga ada 9.170 KK, terdiri dari laki-laki 12.136 orang dan perempuan 18.773 orang.

Berdasarkan Pemeluk Agama Kecamatan Pajangan terdiri atas 18.204 orang beragama Islam, 434 orang beragama Kristen Katholik, serta 135 orang beragama Kristen Protestan.

Tanah yang ditempati KUA Kecamatan Pajangan sekarang merupakan milik Kas Desa Sendangsari, Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul Yogyakarta dengan status “Hak pinjam”, akan tetapi semenjak tahun 2010 telah dilakukan tukar guling oleh Kementerian Agama dengan pihak Desa Sendangsari, sehingga semenjak itu telah resmi menjadi “Hak Milik “ Kementerian Agama Kabupaten Bantul. Tanah seluas 417 m² ditempati pertama kali pada tahun 1976, serta mengalamai renovasi terakhir pada tahun 2003.

  1. Visi dan Misi

 Visi : “TERWUJUDNYA PELAYANAN PRIMA DENGAN SEMANGAT IKHLAS BERAMAL”

Misi : “MENGGENGGAM SUNNAH NABI DENGAN SEGENAP KETEGUHAN HATI UNTUK APLIKASI DIRI DAN INSTITUSI”

    1. Motto Pelayanan

“Layanilah saudaramu dengan CEPAT, TEPAT & PROSEDURAL”

Dengan motto ini Kua Kecamatan Pajangan senantiasa mengedepankan pelayanan yang prosedural dengan dilandasi pelayanan prima. Setiap permasalahan diselesaikan dengan pendekatan kekeluargaan, dengan semangat pengabdian kepada masyarakat, tanpa meninggalkan aspek prosedural sebagai kunci utama. Setiap personil KUA kecamatan Pajangan berusaha memberikan pelayanan secara ramah dan seefisien mungkin, yang merupakan penjabaran bahwa PNS merupakan pelayan masyarakat. Setiap kesulitan masyarakat, baik masalah konsultasi penasihatan keluarga, prosedur pernikahan, wakaf dan lain sebagainya diselesaikan dengan dasar kekeluargaan tanpa meninggalkan aspek prosedural. Dengan kata lain permasalahan sulit akan menjadi mudah ketika kosultasi di KUA Kecamatan Pajangan.

  1. Sumber Daya Manusia
  2. Data Pegawai

No

Nama Pegawai

Tmp, Tgl Lahir

Gol.

Jabatan

Tahun Masuk KUA

1.

Asrori, S.H Bantul, 11 Agustus 1966 III/b Kepala 1991

2.

Sugiyanto, S.Ag Bantul, 06 Juli 1966 III/b Penghulu 2007

3.

Margiana Bantul, 14 April 1967 III/b Staff 2004

4.

Ponirah, S.H Bantul, 04 April 1967 III/d Staff 1991
5 Nurhadi Zanuar Bantul, 56 th Staff 1983

6.

Dwi Putra Takariana Jakarta, 12 Februari 1966 II/a Staff 2007
  1. Profil Kepala KUA

KUA Kecamatan Pajangan memiliki seorang kepala KUA senior yang sudah matang dengan pengalaman, beliau bernama H. Jamhari Affandie, S.H.I. Semenjak tahun 1985 beliau meniti karir sebagai CPNS Departemen Agama di KUA Kecamatan Minggir, Kabupaten Sleman. Semenjak tahun 1990, kemudian beliau pidah dan diangkat sebagai wakil PPN di Kua Kecamatan Sedayu. Dalam waktu relatif singkat dan karena kecemerlangan dalam kinerja tahun 1992 beliau diangkat sebagai PPN (Kepala KUA), di kecamatan Sedayu. Sepuluh tahun pengabdian kemudian mutasi sebagai PPN ke wilayah KUA Kecamatan Pajangan.

Ide-idenya yang berbobot, sikap kritis, dan reformis serta senantiasa beristiqomah menjadikan beliau sering melontarkan ide-ide yang yang dianggap skeptis terhadap Struktural kementerian Agama. Akan tetapi pada hubungan kepada pelayanan beliau selalu mengedepankan kepentingan masyarakatnya. Ikhlas beramal dan senantiasa memberikan pelayanan prima menjadi alasan utama warga masyarakat .memberikan nilai lebih terhadap kepemimpinanya.

Pada tahun 2006 beliau mutasi ke KUA Kecamatan Sanden. Walaupun dengan jarak tempuh yang lumayan jauh beliau tidak pernah berputus asa untuk senantiasa menjalankan amanat Kementerian Agama. Selang beberapa tahun beliau mutasi ke KUA Kecamatan Srandakan. Tidak beberapa lama tepatnya semenjak Bulan September 2010 beliau kembali diberi amanat memimpin KUA Kecamatan Pajangan sampai sekarang.

  1. Tugas Pokok dan Fungsi

Secara umum ketugasan KUA Kecamatan Pajangan adalah sebagai berikut :

  • Kepala                                   : Asrori, S.H
  • Pelaksana Kepenghuluan        : Sugiyanto, S.Ag
  • Pelaksana Dokti                          : Margiyana
  • Pelaksana Maszawa                      : Dwi Putra Takariana
  • Pelaksana Bin                            : Ponirah, S.H
  • Pembantu Umum                        : Nurhadi Zanuar
  1. Pelaksanaan Tugas dan Kegiatan

Sebagai pemimpin Kantor Urusan Agama Kepala KUA mempunyai tugas antara lain :

–         Menyusun rincian kegiatan Kantor Urusan Agama

–         Membagi tugas dan menentukan penanggungjawab kegiatan

–         Menggerakan dan mengarahkan pelaksanaan tugas

–         Memantau pelaksanaan tugas bawahan

–         Melaksanakan koordinasi dengan instansi terkait

–         Sebagai Penghulu

–         Sebagai Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf

–         Pembina P2A Kecamatan

–          Ketua BP4 Kecamatan

–         Ketua LPTQ Kecamatan

–         Melaksanakan bimbingan perkawinan, kemasjidan, zakat dan wakaf

–         Menanggapi dan menyelesaikan persoalan yang muncul di bidang urusan agama Islam

–         Mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan tugas Kantor Urusan Agama

–         Melaporkan pelaksanaan tugas kepada kemenag Kabupaten

Sebagai pelaksana kepenghuluan, penghulu KUA Pajangan memiliki rincian tugas sebagai berikut :

–         Menyusun rencana kerja operasional kegiatan kepenghuluan

–         Mempelajari dan meneliti berkas permohonan nikah (N1, N2, N3 dll)

–         Melakukan pemeriksaan calon pengantin dan mengisi formulir NB

–         Menyusun jadwal pelaksanaan pernikahan

–         Bertanggungjawab terhadap buku Akta Nikah (N) KUA dan PA, Buku Catatan Register, Buku Adanya Poligami, Buku Stok Khusus, Buku Kasus NTCR, BukuPendaftaran Talak, Cerai dan Rujuk.

–         Melaksanakan pernikahan

–         Menganalisis dan memberikan Materi konseling / penasehatan, konsultasi NTCR.

–         Mengidentifikasi dan emberi solusi permasalahan hukum munakahat

–         Melakukan koordinasi kegiatan lintas sektoral dibidang kepenghuluan

Sementara itu pelaksanaan tugas doktik meliputi :

–         Menyiapkan bahan dan alat kerja

–         Mencatat surat masuk dan keluar dan mendistribusikan sesuai disposisi atasan

–         Menata Arsip KUA dan menyusun file pegawai

–         Mengetik surat, naskah, laporan, Duplikat akta nikah dan surat-surat lainya

–         Menyiapkan Rencana Anggaran Pembiayaan KUA

–         Menerima dan membukukan biaya NR

–         Menyetor biaya NR, mencairkan penggembalian dana DIPA NR, dan membukukanya

–         Mencatat jadwal kegiatan kepala KUA dan kegiatan lain

–         Mengatur dan menyalurkan tamu-tamu KUA

–         Menyusun pertanggungjawaban keuangan NR dan DIPA Operasional

–         Menyusun dan mengarsip laporan rutin KUA

Tugas pokok Pengadministrasi Kemasjidan, Zakat dan Wakaf antara lain :

–         Menyiapkan bahan dan memberikan bimbingan kemasjidan, Zakat dan wakaf

–         Mengikuti perkembangan pembangunan tempat ibadah dan penyiaran agama]

–         Mengiventarisasi jumlah dan perkembangan masjid, musholla dan langgar

–         Mengiventarisasi tanah wakaf, wakif dan nadzir

–         Meneliti kelengkapan berkas/fisik usulan pensertifikatan tanah wakaf

–         MembendelNB

–         Membukukan/mencatat tanah wakaf yang sudah selesai disertifikatkan

Sedang pembantu umum memiliki rangkaian tugas :

–         Membantu segala bentuk kerja Doktik dan Maszawa

–         Sebagai kurir ke Kemenag Bantul

  1. Kegiatan Unggulan

KUA Kecamatan Pajangan memiliki program unggulan antara lain :

–         Dengan personil pegawai yang mumpuni baik dalam kwantitas maupun kwalitas, akan terselesaikanya segala bentuk tugas Kantor Urusan Agama baik secara vertikal maupun horisontal.

–         Setiap pegawai KUA Pajangan senantiasa memegang teguh Prinsip Pelayanan Prima dan Ikhlas Beramal, serta memposisikan diri sebagai Abdi Masyarakat.

Data Kecamatan

Kecamatan Pajangan

WILAYAH ADMINISTRASI

Kecamatan Pajangan berada di sebelah Barat dari Ibukota Kabupaten Bantul. Kecamatan Pajangan mempunyai luas daerah 3.324,7590 Ha.

Desa di wilayah administratif Kecamatan Pajangan :

  1. Desa Sendangsari
  2. Desa Guwosari
  3. Desa Triwidadi

GEOGRAFIS

Wilayah Kecamatan Pajangan berbatasan dengan :

  • Utara : Kecamatan Kasihan dan Sedayu;
  • Timur : Kecamatan Bantul;
  • Selatan : Kecamatan Pandak;
  • Barat : Sungai Progo.

Wilayah Kecamatan Pajangan berada di daerah dataran rendah. Ibukota Kecamatan Pajangan berada di ketinggian 100 meter diatas permukaan laut. Lokasi Kecamatan Pajangan yang berada di dataran rendah di daerah tropis memberikan iklim yang tergolong panas. Suhu tertinggi yang pernah tercatat di Kecamatan Pajangan adalah 32ºC dan suhu terendah 23ºC. Bentangan Wilayah Kecamatan Pajangan 100% berupa daerah yang berbukit sampai bergunung.

PENDUDUK

Kecamatan Pajangan dihuni oleh 7.028 KK, dengan jumlah penduduk keseluruhan sebesar 30.017 orang. Berdasarkan jenis kelamin penduduk Kecamatan Pajangan terdiri dari 14.565 penduduk laki-laki dan 15.452 penduduk perempuan. Kepadatan penduduk di Kecamatan Pajanan adalah 903 jiwa/km2. .Sebagian besar penduduk Kecamatan Pajangan adalah petani. Datat Monografi Kecamatan Pajangan menyebutkan 12.541 orang atau 41,7 % dari seluruh penduduk Kecamatan Pajangan bekerja di sektor pertanian.

SENTRA INDUSTRI

• Desa Guwosari, sentra kerajinan batik kayu.

WISATA BUDAYA

1. BEKTI PERTIWI PISUNGSUNG JALADRI

Perwujudan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan hasil dan rejeki dan sebagai permohonan agar di tahun-tahun mendatang masih diberikan rejeki serta keselamatan bagi warga setempat dan pengunjung obyek wisata Pantai Parangtritis.

2. UPACARA MELASTI

Merupakan tradisi dari masyarakat Hindu DIY dalam rangka menyambut datangnya hari raya Nyepi. Tujuan dari upacara ini adalah untuk penyucian diri. Diselenggrakan di Pantai Parangkusumo.

3. UPACARA LABUHAN HONDODENTO

Upacara ini diselenggarakan di Parangkusumo oleh Trah Hondodento untuk menyambut bulan Suro, agar segala keburukan dan musibah tahun lalu tidak terulang kembali. Keseluruhan rangkaian kegiatan dalam upacara ini melambangkan bahwa upacara labuhan dipersembahkan dengan hati yang suci untuk sesuatu yang utama yaitu kejayaan nusa dan bangsa Indonesia. Dilaksanakan pada tgl 15 bulan Suro.

4. UPACARA PERAYAAN PEH CUN

Merupakan tradisi dari masyarakat Tionghoa dalam rangka mengenang legenda seorang Kaisar yang telah berkorban demi negara dan bangsa Cina. PEH berarti perahu dan CUN berarti dayung. Perayaan Peh Cun disebut juga hari raya wan Yang (twan Wu) yang jatuh pada tanggal 5 bulan 5 tahun kalender Imlek. Dilaksanakan di kawasan Parangtritis.

WISATA ALAM / BUATAN

1. HAUL PANGERAN DIPONEGORO

Kegiatan yang bertujuan untuk mengenang hari wafatnya Pangeran Diponegoro, sebagai pejuang yang pernah bermarkas di Goa Selarong dalam melawan penjajah Belanda. Kegiatan ini diisi dengan Pengajian dan Mujahadah. Dilaksanakan setiap tahun pada tanggal 8 januari di Pelataran Obyek Wisata Goa Selarong, Desa Guwosari, Pajangan.

2. UPACARA MERTI DESA DUSUN KREBET

Merupakan upacara ritual yang telah menjadi tradisi masyarakat di Dusun Krebet, Desa Sedangsari, kecamatan Pajangan. Bertujuan untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rezeki yang dikuruniakan-NYA. Dimeriahkan dengan Prosesi Arak-arakan Hasil Bumi, Doa Bersama dan Pentas Kesenian Tradisional

3. UPACARA NYADRANAN MAKAM SEWU

Merupakan tradisi masyarakat Pajangan untuk mengirim doa kepada almarhum mBah Bodo dan anak cucunya yang sudah meninggal dengan harapan agarnya arwahnya dapat diterima Allah SWT yang Maha Kuasa serta meminta doa bagi kesejahteraan peziarah. Lokasi : Komplek Pasarean makam Sewu, Desa Sendangsari. Upacara ini berupa kenduri dan penyelenggaraan pasar rakyat. Waktu pelaksanaan, Dilaksanakan setiap senin kliwon setelah tanggal 20 bulan Ruwah.

WISATA ALAM / BUATAN

1. GOA SELARONG

Kawasan objek wisata ini memiliki pemandangan alam yang sangat indah serta cocok untuk digunakan sebagai Bumi perkemahan (Camping Ground). Di masa lampau gua ini digunakan sebagai markas gerilya Pangeran Diponegoro dalam perjuangannya melawan penjajahan Belanda pada tahun 1825�1830.

2. DESA WISATA KREBET

Kerjajinan kayu yang mulai dari tahun 1972 hanya dilakoni oleh 2 � 3 kepala keluarga, berkembang pesat sejak tahun 1990 � an. Produk yang dihasilkan berkembang dari semula hanya topeng kayu berkembang menjadi wayang klithik, topeng kayu, peralatan rumah tangga, patung � patung hewan, loro � blonyo, pigura bahkan meubel. Motif hasil produksipun berkembang dalam bentuk batik pada kayu. Saat ini di Desa Krebet berkembang kurang lebih 20 sanggar pengrajin yang dapat menyerap kurang lebih 350 tenaga kerja lokal. Hasil produk di pasarkan dengan cara membuka showroom di sanggar, juga dijual ke Yogya, Jakarta dan Bali.

MAKANAN TRADISIONAL

Sentra penghasil makanan tradisional terdapat di Triwidadi dengan emping sebagai produknya serta pembuatan gula kelapa di Sendangsari.

Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s